KATA PENGANTAR
Puji
syukur kehadirat Allah SWT karena dengan hidayah dan rahmat –Nya akhirnya
penulis dapat menyelesaikan makalah ini merupakan tugas penambah nilai mata
kuliah lembaga-lembaga social.
Makalah
ini disusun berdasarkan penuntun dari beberapa buku yang mendukung mata kuliah
ini.makalah ini berisi pembahasan tentang “ Reshuffle
Cabinet Indonesia Bersatu Jilid II”
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak
terutama kepada dosen pembimbing serta teman-teman kelompok yang telah bekerjasama
,bekerja keras dan ikut serta dalam membantu proses pembelajaran maupun dalam
proses penyusunan makalah ini baik bantuan secara langsung maupun tidak
langsung.
Mudah-mudahan
makalah ini dapat berguna untuk kita semua,kritik dan saran yang membangun
selalu di nantikan guna perbaikan makalah ini .
Pekanbaru,
Oktober 2012
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Tujuan Penulisan
1.3 Metoda Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Reshuffle Cabinet
2.1
Reshaffle Cabinet Indonesia Bersatu Jilid Ii
BAB 111 PENUTUP
3.1
Kesimpulan
3.2
Saran
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar belakang
Reshuffle Kabinet, merupakan satu topik yang hangat
cenderung “ Panas “ dibahas, terutama oleh Petinggi Partai Politik dalam
koalisi yang dungu , mengapa ?
Mengapa Koalisi itu satu kedunguan ? Berkoalisi untuk
bersama memerintah tanpa arah kecuali hanya sekedar bagi-bagi kesempatan untuk
dapat bertahan memperoleh “ Kursi “ yang cukup di lembaga Legislatif maupun
Eksekutif.
Dungu karena mereka saling melakukan tipu daya ,
karena mereka saling tipu dengan sadar, karena mereka tahu mereka telah ditipu
dan mereka juga sadar, bahwa mereka telah menipu.
Mereka menjadi korban tipu daya dengan sadar, tapi
mereka juga sadar bahwa ada cara untuk mengalihkan beban sebagai korban
penipuan, yaitu Rakyat. Rakyatlah yang mereka korbankan. Pada saat mereka
berebut Kursi, maka Rakyat akan dikorbankan. Saat mereka mendapatkan kursi itu
, “ rakyat “ pula yang dikorbankan.
Untuk apa Reshuffle ? Untuk kepentingn rakyat kah ?
atau satu kesempatan baru untuk kembali menipu rakyat untuk lebih leluasa
melenggang pada kesempatan berikutnya.
1.2 Tujuan Penulisan
Penulisan
makalah ini yaitu untuk memenuhi penilaian dosen pembimbing untuk tugas
kelompok.
1.3 Metoda Penulisan
Dalam
memperoleh data atau informasi yang akan digunakan untuk penulisan makalah ini,
penulis menggunakan metode studi kepustakaan yakni dilakukan dengan mengambil
referensi dari buku-buku dan internet yang relevan dengan topik penulisan
makalah ini sebagai dasar untuk mengetahui dan memperkuat teori yang digunakan
.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian RESHUFFLE
Kabinet
Cabinet
Reshuffle (dalam bahasa Indonesia= Perombakan Kabinet). Adapun pengertiannya
adalah suatu peristiwa kenegaraan dimana Kepala Pemerintahan mengganti
komposisi menteri dalam kabinet. Umumnya, Perombakan Kabinet dilakukan dengan
cara memindahkan seorang menteri atau lebih ke posisi yang lain. Jadi
intinya Reshuffle itu adalah perubahan atau merubah dalam lingkungan
politik atau kenegaraan.
Reshuffle
harus dilakukan tetapi terhadap menteri-menteri yang dipandang tidak mampu
bekerja dengan maksimal untuk menyukseskan kabinet (nasional.kompas.com |
Parpol Harus Diajak Bicara Jika Menterinya Dicopot | Khaerudin | Nasru Alam
Aziz | Minggu, 18 September 2011 | 10:07 WIB).
Pergantian susunan personil yang ada di dalam kabinet adalah hal yang biasa. Secara periodik kinerja para menteri dalam kabinet dievaluasi dan dinilai oleh 'tim' yang dibentuk Presiden. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
Tentu para menteri yang telah diangkat oleh Presiden akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Namun tidaklah mudah untuk meraih cita-cita yang luhur karena antara kehendak dan cita-cita itu besar gelombangnya.
Pergantian susunan personil yang ada di dalam kabinet adalah hal yang biasa. Secara periodik kinerja para menteri dalam kabinet dievaluasi dan dinilai oleh 'tim' yang dibentuk Presiden. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
Tentu para menteri yang telah diangkat oleh Presiden akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Namun tidaklah mudah untuk meraih cita-cita yang luhur karena antara kehendak dan cita-cita itu besar gelombangnya.
2.2 RESHUFFLE
Cabinet Indonesia Bersatu Jilid II
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pergantian
dan pergeseran (reshuffle) sejumlah menteri “Tujuan dari penataan
kembali hasil reshuffle KIB II ini antara lain untuk meningkatkan kinerja dan
efektifitas kabinet, juga untuk menyukseskan sasaran pembangunan tiga tahun ke
depan di tengah tantangan yang makin kompleks dan berat,” jelas SBY dalam
konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
“Proses reshuffle ini
berjalan sistemik dan akuntabel dan kami pun memperhatikan sejumlah
pertimbangan bukan RBT, Rencana Bangun Tidur,” kata SBY di Istana Merdeka,
Selasa (18/10/2011).
SBY mengatakan,
reshuffle ini dilakukan setelah dia dibantu oleh waklil presiden bekerja selama
satu minggu. Bersama Wakil Presiden, dia mengolah, mempertimbangkan berbagai
faktor dan mengambil keputusan dan ketetapan berkaitan penetapan KIB II.
Dikatakannya tujuan dari
penataan kabinet ini tiada lain untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas
kabinet sekaligus untuk menyukseskan sasaran pembangunan tiga tahun mendatang
tiga tahun mendatang yang kompleks.
SBY menambahkan, dasar
pertimbangan melaksanakan reshuffle di antaranya faktor integritas, faktor the
right man in the right place, keperluan organisasi, dalam hal ini kabinet dan
masukan serta aspirasi masyarakat luas pada kurun waktu satu tahun terakhir.
“Faktor lainnya adalah faktor persatuan dalam kemajemukan. Tentu tanpa
meninggalkan integritas calon menteri,” katanya.
Selain itu SBY
mengatakan, meskipun ada dorongan dan tekanan kepada dia untuk setiap tahun
melaksanakan reshuffle tapi, kata SBY, itu tidak tepat. “Karena saya pikir ini
akan mengganggu kontinuitas dari kabinet yang saya pimpin,” katanya.
Sebab itu, kata SBY
inilah waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle paruh waktu. “Setelah kabinet
bekerja selama satu tahun maka saya evaluasi dan yang saya lakukan agar tugas
kami tiga tahun mendatang dapat lebih baik lagi,” ujarnya.
SBY menambahkan kalau
terkait partai koalisi maka SBY mengadakan konsultasi jajaran pimpinan partai
koalisi. “Kalau penilaian kesehatan, hasil pemeriksaanlah yang menjadi
rujukan,” katanya. Pada kesempatan yang sama, wakil menteri bukan anggota
kabinet. “Fasilitasnya pun tidak sama dengan fasiltas menteri,” tegasnya.
Berikut perubahan
menteri:
Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin
Wamen Hukum dan HAM: Denny Indrayana
“Ini untuk memajukan
lagi dunia hukum dan memajukan reformasi dalam hukum serta sejumlah masalah di
bidang hukum dan HAM. Saya yakin masyarakat menginginkan tegaknya hukum dan
HAM,” kata SBY.
Menteri PAN: Azwar Abubakar Wamen PAN: Eko
Prasodjo
Wamen Luar Negeri: Wardana “Untuk Priyono akan ditempatkan
sebagai duta besar di Negara sahabat,” tambahnya.
Kepala BIN: Ketjen Marciano Norman
Menteri Perhubungan: EE mangidanaan
Menteri Riset dan teknologi: Gusti Muhammad
Hatta
Menteri kelautan dan Perikanan: Syarif Cicip
Sutardji
Menteri Perumahan Rakyat: Djan Faridz
Menteri Lingkungan Hidup: Berth Kambuaya
Dosen filsafat politik Universitas Indonesia, Doni Gahral,
menilai ratusan kali dilakukan reshuffle terhadap Kabinet Indonesia
Bersatu Jilid II tidak akan ada gunanya jika belum ada sikap yang jelas dalam
kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Di-reshuffle ratusan kali pun tidak akan ada perubahan yang
signifikan kalau presidennya seperti sekarang," kata Doni di Rumah
Perubahan, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2012. Menurutnya, persoalan kepemimpinan
presiden saat ini adalah visi yang tidak jelas dan sering disandera kepentingan
politik. "Akhirnya, menteri bermanuver sendiri-sendiri."
Keadaan tersebut, ujar Doni, membuat para menteri dalam jajaran kabinet melakukan inovasi sendiri. "Tidak ada arahan dari presiden," ucapnya. "Kita harus malu dengan Presiden Argentina yang melakukan nasionalisasi perusahaan minyak terbesar milik Spanyol."
Menurut Doni, kinerja jajaran kabinet merupakan pantulan yang sempurna dari kepemimpinan presiden. Ia mencontohkan ketidaktegasan pemerintah dalam menentukan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April lalu.
"Setelah kebijakan itu disahkan DPR, lalu ada isu mau dibatasi penggunaan bbm bersubsidi hanya untuk kendaraan 1300 CC ke atas, kemudian ada isu libur sehari menggunakan Premium. Lalu mau yang mana?" kata Doni.
Doni mengatakan ketidaktegasan kepemimpinan presiden saat ini harus menjadi teguran keras bagi bangsa Indonesia. "Memilih presiden bukan hanya soal karakter dan tampilan. Saya kira presiden ke depan harus betul-betul menjalankan konstitusi," ujar dia.
Keadaan tersebut, ujar Doni, membuat para menteri dalam jajaran kabinet melakukan inovasi sendiri. "Tidak ada arahan dari presiden," ucapnya. "Kita harus malu dengan Presiden Argentina yang melakukan nasionalisasi perusahaan minyak terbesar milik Spanyol."
Menurut Doni, kinerja jajaran kabinet merupakan pantulan yang sempurna dari kepemimpinan presiden. Ia mencontohkan ketidaktegasan pemerintah dalam menentukan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April lalu.
"Setelah kebijakan itu disahkan DPR, lalu ada isu mau dibatasi penggunaan bbm bersubsidi hanya untuk kendaraan 1300 CC ke atas, kemudian ada isu libur sehari menggunakan Premium. Lalu mau yang mana?" kata Doni.
Doni mengatakan ketidaktegasan kepemimpinan presiden saat ini harus menjadi teguran keras bagi bangsa Indonesia. "Memilih presiden bukan hanya soal karakter dan tampilan. Saya kira presiden ke depan harus betul-betul menjalankan konstitusi," ujar dia.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Reshuffle
harus dilakukan tetapi terhadap menteri-menteri yang dipandang tidak mampu
bekerja dengan maksimal untuk menyukseskan kabinet (nasional.kompas.com |
Parpol Harus Diajak Bicara Jika Menterinya Dicopot | Khaerudin | Nasru Alam
Aziz | Minggu, 18 September 2011 | 10:07 WIB).
Pergantian
susunan personil yang ada di dalam kabinet adalah hal yang biasa. Secara
periodik kinerja para menteri dalam kabinet dievaluasi dan dinilai oleh 'tim'
yang dibentuk Presiden. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh
Presiden.
Tentu
para menteri yang telah diangkat oleh Presiden akan mencurahkan segenap
kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Namun tidaklah
mudah untuk meraih cita-cita yang luhur karena antara kehendak dan cita-cita
itu besar gelombangnya.
Menteri
yang berjiwa 'fitri' dalam arti bagus budi pekertinya. Luhur
cita-citanya, memegang amanat yang telah diterimanya dengan sebaik-baiknya,
jujur, mampu dalam menjalankan tugas, dan taat. Juga mempunyai jiwa 'ayu'
dalam arti segala gerak langkahnya, ucapannya, pikirannya dan keputusannya itu
menguntungkan masyarakat, melegakan masyarakat, dan tidak menyakiti hati
rakyat. Menteri tersebut juga harus 'prasetyo' dalam arti dapat memegang
teguh sumpah jabatannya.
Kita
tentu yakin bila para birokrat, penegak hukum, dan rakyat Indonesia memiliki
karakter 'fitri ayu prasetyo' maka negeri Indonesia yang gemah ripah loh
jinawi tata tenteram karta raharja akan segera terwujud. Indonesia yang
mandiri, maju, adil dan makmur bukanlah angan-angan kosong namun wujud dalam
kenyataan.
3.1 SARAN
Semoga makalah ini bermanfaat
bagi pembaca semua nya dan apabila terdapat kekurangan dalam penulisan nya
penulis mohon maaf, kritik dan saran pembaca sangat diharap kan demi
kesempurnaan penulisan makalah ini. Terimakasih.
DAFTAR PUSTAKA
LENSAINDONESIA.COM
tempo.co/read/news/2012/
( semua sumber di akses
tanggal 24 November 2012 jam 9.30 WIB)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar