Selasa, 27 November 2012

Reshuffle Cabinet Indonesia Bersatu Jilid II



KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT karena dengan hidayah dan rahmat –Nya akhirnya penulis dapat menyelesaikan makalah ini merupakan tugas penambah nilai mata kuliah lembaga-lembaga social.
Makalah ini disusun berdasarkan penuntun dari beberapa buku yang mendukung mata kuliah ini.makalah ini berisi pembahasan tentang “ Reshuffle Cabinet Indonesia Bersatu Jilid II”
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terimakasih kepada semua pihak terutama kepada dosen pembimbing serta teman-teman kelompok yang telah bekerjasama ,bekerja keras dan ikut serta dalam membantu proses pembelajaran maupun dalam proses penyusunan makalah ini baik bantuan secara langsung maupun tidak langsung.
Mudah-mudahan makalah ini dapat berguna untuk kita semua,kritik dan saran yang membangun selalu di nantikan guna perbaikan makalah ini .





Pekanbaru, Oktober 2012








DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
1.2  Tujuan Penulisan
1.3  Metoda Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
            2.1 Pengertian Reshuffle Cabinet
            2.1 Reshaffle Cabinet Indonesia Bersatu Jilid Ii
BAB 111 PENUTUP
            3.1 Kesimpulan
            3.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA











BAB I
PENDAHULUAN


1.1                         Latar belakang

Reshuffle Kabinet, merupakan satu topik yang hangat cenderung “ Panas “ dibahas, terutama oleh Petinggi Partai Politik dalam koalisi yang dungu , mengapa ?
Mengapa Koalisi itu satu kedunguan ? Berkoalisi untuk bersama memerintah tanpa arah kecuali hanya sekedar bagi-bagi kesempatan untuk dapat bertahan memperoleh “ Kursi “ yang cukup di lembaga Legislatif maupun Eksekutif.
Dungu karena mereka saling melakukan tipu daya , karena mereka saling tipu dengan sadar, karena mereka tahu mereka telah ditipu dan mereka juga sadar, bahwa mereka telah menipu.
Mereka menjadi korban tipu daya dengan sadar, tapi mereka juga sadar bahwa ada cara untuk mengalihkan beban sebagai korban penipuan, yaitu Rakyat. Rakyatlah yang mereka korbankan. Pada saat mereka berebut Kursi, maka Rakyat akan dikorbankan. Saat mereka mendapatkan kursi itu , “ rakyat “ pula yang dikorbankan.
Untuk apa Reshuffle ? Untuk kepentingn rakyat kah ? atau satu kesempatan baru untuk kembali menipu rakyat untuk lebih leluasa melenggang pada kesempatan berikutnya.

1.2  Tujuan Penulisan

Penulisan makalah ini yaitu untuk memenuhi penilaian dosen pembimbing untuk tugas kelompok.
1.3 Metoda Penulisan
Dalam memperoleh data atau informasi yang akan digunakan untuk penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode studi kepustakaan yakni dilakukan dengan mengambil referensi dari buku-buku dan internet yang relevan dengan topik penulisan makalah ini sebagai dasar untuk mengetahui dan memperkuat teori yang digunakan

.
BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian  RESHUFFLE Kabinet
Cabinet Reshuffle (dalam bahasa Indonesia= Perombakan Kabinet). Adapun pengertiannya adalah suatu peristiwa kenegaraan dimana Kepala Pemerintahan mengganti komposisi menteri dalam kabinet. Umumnya, Perombakan Kabinet dilakukan dengan cara memindahkan seorang menteri atau lebih ke posisi yang lain. Jadi intinya Reshuffle itu adalah perubahan atau merubah dalam lingkungan politik atau kenegaraan.
Reshuffle harus dilakukan tetapi terhadap menteri-menteri yang dipandang tidak mampu bekerja dengan maksimal untuk menyukseskan kabinet (nasional.kompas.com | Parpol Harus Diajak Bicara Jika Menterinya Dicopot | Khaerudin | Nasru Alam Aziz | Minggu, 18 September 2011 | 10:07 WIB).
          Pergantian susunan personil yang ada di dalam kabinet adalah hal yang biasa. Secara periodik kinerja para menteri dalam kabinet dievaluasi dan dinilai oleh 'tim' yang dibentuk Presiden. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
          Tentu para menteri yang telah diangkat oleh Presiden akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Namun tidaklah mudah untuk meraih cita-cita yang luhur karena antara kehendak dan cita-cita itu besar gelombangnya.

2.2 RESHUFFLE Cabinet Indonesia Bersatu Jilid II
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melakukan pergantian dan pergeseran (reshuffle) sejumlah menteri “Tujuan dari penataan kembali hasil reshuffle KIB II ini antara lain untuk meningkatkan kinerja dan efektifitas kabinet, juga untuk menyukseskan sasaran pembangunan tiga tahun ke depan di tengah tantangan yang makin kompleks dan berat,” jelas SBY dalam konferensi pers di Istana Negara, Jakarta, Selasa (18/10/2011).
“Proses reshuffle ini berjalan sistemik dan akuntabel dan kami pun memperhatikan sejumlah pertimbangan bukan RBT, Rencana Bangun Tidur,” kata SBY di Istana Merdeka, Selasa (18/10/2011).
SBY mengatakan, reshuffle ini dilakukan setelah dia dibantu oleh waklil presiden bekerja selama satu minggu. Bersama Wakil Presiden, dia mengolah, mempertimbangkan berbagai faktor dan mengambil keputusan dan ketetapan berkaitan penetapan KIB II.
Dikatakannya tujuan dari penataan kabinet ini tiada lain untuk meningkatkan kinerja dan efektivitas kabinet sekaligus untuk menyukseskan sasaran pembangunan tiga tahun mendatang tiga tahun mendatang yang kompleks.
SBY menambahkan, dasar pertimbangan melaksanakan reshuffle di antaranya faktor integritas, faktor the right man in the right place, keperluan organisasi, dalam hal ini kabinet dan masukan serta aspirasi masyarakat luas pada kurun waktu satu tahun terakhir. “Faktor lainnya adalah faktor persatuan dalam kemajemukan. Tentu tanpa meninggalkan integritas calon menteri,” katanya.
Selain itu SBY mengatakan, meskipun ada dorongan dan tekanan kepada dia untuk setiap tahun melaksanakan reshuffle tapi, kata SBY, itu tidak tepat. “Karena saya pikir ini akan mengganggu kontinuitas dari kabinet yang saya pimpin,” katanya.
Sebab itu, kata SBY inilah waktu yang tepat untuk melakukan reshuffle paruh waktu. “Setelah kabinet bekerja selama satu tahun maka saya evaluasi dan yang saya lakukan agar tugas kami tiga tahun mendatang dapat lebih baik lagi,” ujarnya.
SBY menambahkan kalau terkait partai koalisi maka SBY mengadakan konsultasi jajaran pimpinan partai koalisi. “Kalau penilaian kesehatan, hasil pemeriksaanlah yang menjadi rujukan,” katanya. Pada kesempatan yang sama, wakil menteri bukan anggota kabinet. “Fasilitasnya pun tidak sama dengan fasiltas menteri,” tegasnya.
Berikut perubahan menteri:
Menteri Hukum dan HAM: Amir Syamsuddin 
Wamen Hukum dan HAM: Denny Indrayana 
“Ini untuk memajukan lagi dunia hukum dan memajukan reformasi dalam hukum serta sejumlah masalah di bidang hukum dan HAM. Saya yakin masyarakat menginginkan tegaknya hukum dan HAM,” kata SBY.

Menteri PAN: Azwar Abubakar Wamen PAN: Eko Prasodjo
Wamen Luar Negeri: Wardana “Untuk Priyono akan ditempatkan sebagai duta besar di Negara sahabat,” tambahnya.
Kepala BIN: Ketjen Marciano Norman 
Menteri Perhubungan: EE mangidanaan 
Menteri Riset dan teknologi: Gusti Muhammad Hatta 
Menteri kelautan dan Perikanan: Syarif Cicip Sutardji 
Menteri Perumahan Rakyat: Djan Faridz 
Menteri Lingkungan Hidup: Berth Kambuaya
Dosen filsafat politik Universitas Indonesia, Doni Gahral, menilai ratusan kali dilakukan reshuffle terhadap Kabinet Indonesia Bersatu Jilid II tidak akan ada gunanya jika belum ada sikap yang jelas dalam kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.  "Di-reshuffle ratusan kali pun tidak akan ada perubahan yang signifikan kalau presidennya seperti sekarang," kata Doni di Rumah Perubahan, Jakarta, Selasa, 8 Mei 2012. Menurutnya, persoalan kepemimpinan presiden saat ini adalah visi yang tidak jelas dan sering disandera kepentingan politik. "Akhirnya, menteri bermanuver sendiri-sendiri."
         Keadaan tersebut, ujar Doni, membuat para menteri dalam jajaran kabinet melakukan inovasi sendiri. "Tidak ada arahan dari presiden," ucapnya. "Kita harus malu dengan Presiden Argentina yang melakukan nasionalisasi perusahaan minyak terbesar milik Spanyol."
       Menurut Doni, kinerja jajaran kabinet merupakan pantulan yang sempurna dari kepemimpinan presiden. Ia mencontohkan ketidaktegasan pemerintah dalam menentukan kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi per 1 April lalu.
         "Setelah kebijakan itu disahkan DPR, lalu ada isu mau dibatasi penggunaan bbm bersubsidi hanya untuk kendaraan 1300 CC ke atas, kemudian ada isu libur sehari menggunakan Premium. Lalu mau yang mana?" kata Doni.
        Doni mengatakan ketidaktegasan kepemimpinan presiden saat ini harus menjadi teguran keras bagi bangsa Indonesia. "Memilih presiden bukan hanya soal karakter dan tampilan. Saya kira presiden ke depan harus betul-betul menjalankan konstitusi," ujar dia.


BAB III
PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Reshuffle harus dilakukan tetapi terhadap menteri-menteri yang dipandang tidak mampu bekerja dengan maksimal untuk menyukseskan kabinet (nasional.kompas.com | Parpol Harus Diajak Bicara Jika Menterinya Dicopot | Khaerudin | Nasru Alam Aziz | Minggu, 18 September 2011 | 10:07 WIB).
Pergantian susunan personil yang ada di dalam kabinet adalah hal yang biasa. Secara periodik kinerja para menteri dalam kabinet dievaluasi dan dinilai oleh 'tim' yang dibentuk Presiden. Menteri-menteri itu diangkat dan diberhentikan oleh Presiden.
Tentu para menteri yang telah diangkat oleh Presiden akan mencurahkan segenap kemampuannya untuk memberikan yang terbaik bagi negeri ini. Namun tidaklah mudah untuk meraih cita-cita yang luhur karena antara kehendak dan cita-cita itu besar gelombangnya.
Menteri yang berjiwa 'fitri' dalam arti bagus budi pekertinya. Luhur cita-citanya, memegang amanat yang telah diterimanya dengan sebaik-baiknya, jujur, mampu dalam menjalankan tugas, dan taat. Juga mempunyai jiwa 'ayu' dalam arti segala gerak langkahnya, ucapannya, pikirannya dan keputusannya itu menguntungkan masyarakat, melegakan masyarakat, dan tidak menyakiti hati rakyat. Menteri tersebut juga harus 'prasetyo' dalam arti dapat memegang teguh sumpah jabatannya.
Kita tentu yakin bila para birokrat, penegak hukum, dan rakyat Indonesia memiliki karakter 'fitri ayu prasetyo' maka negeri Indonesia yang gemah ripah loh jinawi tata tenteram karta raharja akan segera terwujud. Indonesia yang mandiri, maju, adil dan makmur bukanlah angan-angan kosong namun wujud dalam kenyataan.

3.1 SARAN
Semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca semua nya dan apabila terdapat kekurangan dalam penulisan nya penulis mohon maaf, kritik dan saran pembaca sangat diharap kan demi kesempurnaan penulisan makalah ini. Terimakasih.





DAFTAR PUSTAKA

LENSAINDONESIA.COM
tempo.co/read/news/2012/
( semua sumber di akses tanggal 24 November 2012 jam 9.30 WIB)








Tidak ada komentar:

Posting Komentar